Kamis, 11 April 2013

Surat dari awan III (and)

2 maret 2013
Har ini tepat 7 hari setelah kau tertidur dan tak pernah bangun lagi untuk menatapku. di  ruang tamu sudah banyak tetangga dan kerabat yang datang untuk mengikuti doa  tahlilan 7 hari kepergianmu. 7 hari sudah kau tidur dengan tenang di alammu yang tentunya berdeda denganku, 7 hari sudah sejak kepergianmu aku tak henti berkunjung kemakammu dan selalu menyelipkan doa untukmu semoga kau dijauhakn dari siksa api neraka,dan 7 hari sudah aku menunggu kau mampir ke dalam mimpiku tapi sekalipun kau tak pernah muncul muncul dalam mimpiku, kamu jahat.!
Sahabat macam  apa yang sekalipun tak pernah menemui sahabatnya sendiri untuk memberi kabar? tapi aku yakin kau sudah jauh lebih tenang di dekat yang kuasa :)


Lagi-lagi aku harus mengelus dada karena terlalu merindukanmu, air mata ini hampir tumpah ketika aku melirik gambar di dalam bingkai foto  yang terletak di atas meja belajarmu, itu foto pertama kita saat liburan 3 tahun yang lalu di gili trawangan. Suasana kamarmu masih hangat dan nyaman seperti biasa, dan aku suka warna cat dindingmu yang kau samakan dengan warna kesukaanku, Biru.
Kulirik setiap sudut dan perabotan yang ada didalam kamarmu,masih rapi dan ersih seperti biasa, tak ada yang hilang dan bertukar posisi bahkan topi yang kau pakai sehari sebelum kecelakaan itu masih tersimpan rapi diatas tempat tidur, aku bahkan bisa merasakan kehadiranmu, disini di kamar ini.


Kulangkahkan kakiku menuju kasur empuk berbalut seprei bergambar Tim sepak bola kesayanganmu "BARCALONA", aku menemukan surat di samping topi yang kau letakkan di atas tempat tidurmu, diatas surat itu tertulis namaku, "surat ini untukku KIRANA AMAIRA PUTRI" kataku dalam hati.
Perlahan kubuka dan mulai ku baca.



Dear My Beloved Friends
Kirana amaira putri

Aku bingung harus memulai semuanya dari mana lagi, apa yang pertama harus kukatakan, dan yang terpenting apa yang harus kulakukan setelah kau membaca surat ini. Tapi 1 hal yang kuminta tolong jangan benci aku setelah kau membaca surat ini.

Rencananya aku akan mengatakan ini langsung di hadapanmu setelah kita  menjenguk nania di rumah sakit, tapi tiba-tiba ada dorongan yang kuat dari langit yang membuatku harus menulis surat ini untukmu, karena mungkin saja aku tak akan bisa mengutarakannya langsung di depanmu nanti.

Apa kau tau?sejak dulu, sejak kita SMP kelas 3 aku menyukaimu hingga sekarang, saat ini! apa kamu juga ingat waktu ulang tahunmu yang ke 17 aku pernah bilang kalau aku suka sama kamu, itu serius..! Tapi kamu malah menanggapinya dengan tawa dan guyon, kamu bilang mana mungkin aku suka sama sahabat aku sendiri?gak mungkin!


Tapi aku benar-benar suka sama kamu,ngak tau kenapa bisa suka, kenapa bisa sayang aku gak tau!
yang jelas aku pengen selalu menjaga kamu dimanapun kamu berada, seperti nama aku awan! aku juga pengen jadi awan buat kamu,yang selalu bisa mantau keadaan kamu dan ngejaga kamu dari atas langit yang selalu bisa liat senyum, tangis, marah, bosan, sedih, dan cemas di wajah kamu.
AKU SAYANG KAMU,SAMPAI KITA TUA,SAMPAI AKU MATI & SAMPAI KAPANPUN :)



Peluk sayang,sahabat tercintamu
AWAN 

Tak terasa pipiku sudah basah karena air mata yang dari tadi mengalir, dadaku semakin sesak membayangkan laki-laki konyol yang biasa kusebut dengan nama SAHABAT, ternyata menyulaiku :')

DIMANAPUN KAMU SAAT INI, EKU MENYAYANGIMU LEBIH DARI KEKASIH :'( 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar