Hayyy…
Apa
kabarmu hari ini..??
Sudah
cukup lama kita tak saling memberi kabar, dan kebetulan juga hari ini hujan
mengantarkan rindu yang berlipat ganda untukku, semoga kau merasakan hal yang
sama :)
Aku
tak tau pasti apa yang aku rasakan ketika ini, marahkah aku padamu yang
tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi?? Kecewakah aku karna tenyata mungkin aku
terlalu percaya pada orang yang salah..!!
Entahlah…
Sebenarnya
aku tak ingin membahas masalah yang sebenarnya tak ingin ku ingat lagi, malam
ini, hari ini, aku hanya ingin mengenang kita yang pernah ada.
“KITA”
yang dulu indah, Bukan “AKU” dan “KAMU” yang seperti saat ini
Diam-diam
aku masih menunggu pesan singkatmu muncul, atau panggilan dengan nomor yang
sudah ku hafal mati meski itu hanya missed
call setidaknya itu bisa menandakan bahwa kamu masih mengingatku dan aku
belum sepenuhnya hilang dari ingatanmu.
Sering
kali facebookmu menjadi perantara rindu yang sedikit banyak melegakan dadaku
ketika sesak dan detak jantungku tak terkontrol lagi karna rindu. Aku benci mengucapkan kata rindu ini
lagi hingga berulang-ulang, dan aku benci merasakan ada sesuatu yang terasa
nyeri menyeruak di sekitaran dadaku ketika melihat status-satus yang kau
posting di facebookmu untuk wanita yang tak ingin ku asumsikan lebih special
dihatimu sekarang. Sungguh aku tak ingin merasakan hal semacam ini lagi.
Sudah
beberapa kali semenjak perpisahan 1 bulan yang lalu, aku meminta teman-temanku
untuk mencari tau keadaanmu, kabarmu, dan yang terpenting apa kamu sudah
memiliki penggantiku atau belum.
beberapa jawaban yang kudapat tak terlalu buruk hingga kabar terakhir yang kuterima bahwa kehidupanmu tak sebaik dulu.
beberapa jawaban yang kudapat tak terlalu buruk hingga kabar terakhir yang kuterima bahwa kehidupanmu tak sebaik dulu.
Mahasiswa
kedokteran yang berubah nakal, malas kuliah, sering bolos, malas belajar dan
hal lain yang sebenarnya tak ingin ku dengar darimu. Dan yang lebih menyakitkan
lagi karena aku tau semua hal bodoh itu ada hubungannya denganku. Bahkan
sepupu-sepupumu berubah 360o berbalik dari yang awalnya dekat dan
menjadi teman ngobrolku berbalik memusuhiku, karena menurut mereka kamu berbubah
berantakan seperti saat itu adalah karena ulahku.
Aku
tak ingin semua menjadi lebih salah paham, enatah itu antara aku dan kamu,
maupun antara aku dan keluargamu. Mungkin masih ada waktu untuk memperbaiku
salah paham yang sudah terlanjur menyebar ini.
Kuputuskan
untuk menghubungimu terlebih dahulu dengan mengirimkan pesan singkat sekedar
bertanya kabar dan mengucapkan selamat idul adha dan berharap ada balasan dari
pesan singkat yang ku kirim, dan syukur Alhamdulillah jika kamu memang mau
berbaik hati menelefonku terlebih dahulu, meskipun itu sangat mustahil.
Entah
hari ini tanggal 28 yang keberapa kalinya kulewati tanpa kamu, hanya aku yang
diam-diam tetap memendam rasa, diam-diam tetap mengirim doa, dan diam-diam
tetap merindu. Sungguh ini bukanlah hal yang mudah. Dan seandainya saja aku
bisa berteriak dihadapanmu saat ini juga aku akan mengatakan semua perjuanganku
tak bisakah kau pandang sebagai hal yang sedikit berharga dimatamu, atau
setidaknya katakan satu kalimat yang melegakan hatiku atau hal yang bisa
membuatku berhenti menyakiti diriku sendiri.
Malam
ini rindu itu muncul lagi, berlipat ganda dari yang kemarin, kemarin dan
kemarinnya lagi.