Jumat, 08 Agustus 2014

Untuk laki-laki dimasa indah (Dulu)

Aku berdoa untuk siapapun kamu yang ada di ujung pulau di kejauhan sana.
saat aku mengucapkan kata demi kata dalam doaku, aku tak ingin kau perlu tahu apa saja yang ku ucapkan YANG PASTI, TUHAN mengetahui isi doaku dan bisa merasakan bahwa aku tulus mengirimkannya untukmu.
“Tuhan, hari ini dan seperti hari-hari biasanya aku berdoa untuk dia yang ku sayang, meski aku tak lagi ada di hatinya, meski namaku tak lagi ada di setiap rapalan doa-doanya, aku mohon jaga dia, lindungi dia, panjangkan umurnya, jauhkan dari segala mara bahaya, bahagiakan hidupnya dan indahkan harinya serta banyakkan senyum di setiap waktunya.
aku meminta bahagiakan hatinya dengan siapapun wanita pilihannya sekarang, jangan biarkan dia terluka, jangan biarkan harinya terbuang dengan sangat buruk. Jaga dia selalu untukku tuhan. Bila perlu bahagiakan dia seperti kau membahagiakan hidupku sekarang :’) amin”
.
Dan aku yakin para  malaikat akan segera mencatat apa yang ku tulis dan akan menyerahkan semuanya pada tuhan malam nanti ketika aku tertidur, dan ketika aku terbagun di besok pagi ku kira sudah tak ada kegalauan dan kesedihan lagi di hidupmu esok, dan seterusnya. 

Untukmu yang amat ku sayangi.
selamat menjalani setiap kehidupanmu yang baru, semoga setiap harimu selalu di kelilingi oleh orang-orang yang baik dan menyayangimu dengan sepenuh hati, maafkan aku karna sudah tak bisa lagi menjaga, menemani dan mendapingi di setiap harimu lagi seperti dulu. tapi aku akan selalu mendoakanmu dari kajauhan ini.

Dan terima ksih telah mengajarkanku banyak hal, meskipun tak secara langsung. Tapi karena pernah denganmu dan melewatkan banyak kisah bersama aku bisa mengenal dan belajar memahami banyak hal entah itu bahagia atau sedih.
izinkan aku tetap menganggap ini bukan perpisahan, melainkan kenangan dan kebahagiaan yang tertunda. 

Pesanku : Selalu jadi yang terbaik, jangan sombong, jangan lupa makan, jangan ngak sholat, berenti mabok-mabokan yang ngak jelas, ngak boleh sering sedih, kalau bisa kurangin rokok, kerja yang rajin, semoga jadi orang sukses. amin…
:)
dan ku kira sahabat-sahabatmu dan siapapun dia yang ada di hatimu kini pasti akan menjagamu jauh lebih baik dariku.
bahagialah selalu 
:)

Untuk kamu yang sebenarnya tak benar-benar pergi
Dari aku yang sebenarnya tak benar-benar melupakan.
28'Juny-08

Sapuq Manis

Aku hanya melihat kearah dia
Tatapanku benar-benar terpaku pada satu objek, yaitu dia.
Ini kali pertama aku melihat laki-laki tampan yang mampu membuat mataku sanggup tak berkedip dalam waktu yang cukup lama.
Wajahnya, aku menaruh banyak harapan pada waktu yang kuharap dapat mempertemukanku lagi dengan laki-laki pemilik wajah manis itu, atau mungkin hanya untuk melihat lengkungan senyum dari balik bibirnya yang tipis, dengan balutan 2 lesung pipit dibagian kiri dan kanan wajahnya yang semakin menambah kekagumanku pada sosok laki-laki yang tak ku kenali siapa namanya.
Kulitnya yang putih bersih, tubuhnya yang tegap sedikit berisi membuat laki-laki itu semakin terlihat menarik dan menggemaskan dimataku.
Malam ini, sapuq dikepalanya juga ikut mengambil bagian penting yang membuat aura bintangnya semakin terlihat.
Jemarinya dengan lihay dan sigap menekan bagian demi bagian tuts piano serta memainkan not-not nada yang melahirkan alunan musik yang indah.
Dia terlihat sangat menikmati alunan nada yang tercipta dari not-not nada yang dibuat, begitu juga dengan aku yang tentunya masih sangat terpikat dibuatnya. Di deretan kursi penonton aku diam-diam menikmati wajah manisnya dari kejauhan. Dia sungguh memiliki aura yang berbeda dengan orang-orang yang sama-sama berada di atas panggung kala itu.

Kali ini, setelah acaranya usai aku berharap masih bisa bertemu dengannya dan membicarakan benyak hal menarik yang bisa kami bahas berdua, tentunya dengan sedikit guyon manis dan gelak tawa romantis.
Dan aku menunggunya :

Selasa, 06 Mei 2014

HARDY


Hayyy…
Apa kabarmu hari ini..??
Sudah cukup lama kita tak saling memberi kabar, dan kebetulan juga hari ini hujan mengantarkan rindu yang berlipat ganda untukku, semoga kau merasakan hal yang sama :)
Aku tak tau pasti apa yang aku rasakan ketika ini, marahkah aku padamu yang tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi?? Kecewakah aku karna tenyata mungkin aku terlalu percaya pada orang yang salah..!!
Entahlah…
Sebenarnya aku tak ingin membahas masalah yang sebenarnya tak ingin ku ingat lagi, malam ini, hari ini, aku hanya ingin mengenang kita yang pernah ada.
“KITA” yang dulu indah, Bukan “AKU” dan “KAMU” yang seperti saat ini

Diam-diam aku masih menunggu pesan singkatmu muncul, atau panggilan dengan nomor yang sudah ku hafal mati meski itu hanya missed call setidaknya itu bisa menandakan bahwa kamu masih mengingatku dan aku belum sepenuhnya hilang dari ingatanmu.
Sering kali facebookmu menjadi perantara rindu yang sedikit banyak melegakan dadaku ketika sesak dan detak jantungku tak terkontrol lagi karna rindu. Aku benci mengucapkan kata rindu ini lagi hingga berulang-ulang, dan aku benci merasakan ada sesuatu yang terasa nyeri menyeruak di sekitaran dadaku ketika melihat status-satus yang kau posting di facebookmu untuk wanita yang tak ingin ku asumsikan lebih special dihatimu sekarang. Sungguh aku tak ingin merasakan hal semacam ini lagi.

Sudah beberapa kali semenjak perpisahan 1 bulan yang lalu, aku meminta teman-temanku untuk mencari tau keadaanmu, kabarmu, dan yang terpenting apa kamu sudah memiliki penggantiku atau belum.
beberapa jawaban yang kudapat tak terlalu buruk hingga kabar terakhir yang kuterima bahwa kehidupanmu tak sebaik dulu.
Mahasiswa kedokteran yang berubah nakal, malas kuliah, sering bolos, malas belajar dan hal lain yang sebenarnya tak ingin ku dengar darimu. Dan yang lebih menyakitkan lagi karena aku tau semua hal bodoh itu ada hubungannya denganku. Bahkan sepupu-sepupumu berubah 360o berbalik dari yang awalnya dekat dan menjadi teman ngobrolku berbalik memusuhiku, karena menurut mereka kamu berbubah berantakan seperti saat itu adalah karena ulahku.

Aku tak ingin semua menjadi lebih salah paham, enatah itu antara aku dan kamu, maupun antara aku dan keluargamu. Mungkin masih ada waktu untuk memperbaiku salah paham yang sudah terlanjur menyebar ini.
Kuputuskan untuk menghubungimu terlebih dahulu dengan mengirimkan pesan singkat sekedar bertanya kabar dan mengucapkan selamat idul adha dan berharap ada balasan dari pesan singkat yang ku kirim, dan syukur Alhamdulillah jika kamu memang mau berbaik hati menelefonku terlebih dahulu, meskipun itu sangat mustahil.

Entah hari ini tanggal 28 yang keberapa kalinya kulewati tanpa kamu, hanya aku yang diam-diam tetap memendam rasa, diam-diam tetap mengirim doa, dan diam-diam tetap merindu. Sungguh ini bukanlah hal yang mudah. Dan seandainya saja aku bisa berteriak dihadapanmu saat ini juga aku akan mengatakan semua perjuanganku tak bisakah kau pandang sebagai hal yang sedikit berharga dimatamu, atau setidaknya katakan satu kalimat yang melegakan hatiku atau hal yang bisa membuatku berhenti menyakiti diriku sendiri.

Malam ini rindu itu muncul lagi, berlipat ganda dari yang kemarin, kemarin dan kemarinnya lagi.