Aku
hanya melihat kearah dia
Tatapanku
benar-benar terpaku pada satu objek, yaitu dia.
Ini
kali pertama aku melihat laki-laki tampan yang mampu membuat mataku sanggup tak
berkedip dalam waktu yang cukup lama.
Wajahnya,
aku menaruh banyak harapan pada waktu yang kuharap dapat mempertemukanku lagi
dengan laki-laki pemilik wajah manis itu, atau mungkin hanya untuk melihat
lengkungan senyum dari balik bibirnya yang tipis, dengan balutan 2 lesung pipit
dibagian kiri dan kanan wajahnya yang semakin menambah kekagumanku pada sosok
laki-laki yang tak ku kenali siapa namanya.
Kulitnya
yang putih bersih, tubuhnya yang tegap sedikit berisi membuat laki-laki itu
semakin terlihat menarik dan menggemaskan dimataku.
Malam
ini, sapuq dikepalanya juga ikut mengambil bagian penting yang membuat aura
bintangnya semakin terlihat.
Jemarinya
dengan lihay dan sigap menekan bagian demi bagian tuts piano serta memainkan
not-not nada yang melahirkan alunan musik yang indah.
Dia
terlihat sangat menikmati alunan nada yang tercipta dari not-not nada yang
dibuat, begitu juga dengan aku yang tentunya masih sangat terpikat dibuatnya.
Di deretan kursi penonton aku diam-diam menikmati wajah manisnya dari kejauhan. Dia sungguh memiliki aura yang berbeda dengan orang-orang yang sama-sama berada di atas panggung kala itu.
Kali ini, setelah
acaranya usai aku berharap masih bisa bertemu dengannya dan membicarakan benyak
hal menarik yang bisa kami bahas berdua, tentunya dengan sedikit guyon manis
dan gelak tawa romantis.
Dan
aku menunggunya :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar