Jumat, 08 Agustus 2014

Sapuq Manis

Aku hanya melihat kearah dia
Tatapanku benar-benar terpaku pada satu objek, yaitu dia.
Ini kali pertama aku melihat laki-laki tampan yang mampu membuat mataku sanggup tak berkedip dalam waktu yang cukup lama.
Wajahnya, aku menaruh banyak harapan pada waktu yang kuharap dapat mempertemukanku lagi dengan laki-laki pemilik wajah manis itu, atau mungkin hanya untuk melihat lengkungan senyum dari balik bibirnya yang tipis, dengan balutan 2 lesung pipit dibagian kiri dan kanan wajahnya yang semakin menambah kekagumanku pada sosok laki-laki yang tak ku kenali siapa namanya.
Kulitnya yang putih bersih, tubuhnya yang tegap sedikit berisi membuat laki-laki itu semakin terlihat menarik dan menggemaskan dimataku.
Malam ini, sapuq dikepalanya juga ikut mengambil bagian penting yang membuat aura bintangnya semakin terlihat.
Jemarinya dengan lihay dan sigap menekan bagian demi bagian tuts piano serta memainkan not-not nada yang melahirkan alunan musik yang indah.
Dia terlihat sangat menikmati alunan nada yang tercipta dari not-not nada yang dibuat, begitu juga dengan aku yang tentunya masih sangat terpikat dibuatnya. Di deretan kursi penonton aku diam-diam menikmati wajah manisnya dari kejauhan. Dia sungguh memiliki aura yang berbeda dengan orang-orang yang sama-sama berada di atas panggung kala itu.

Kali ini, setelah acaranya usai aku berharap masih bisa bertemu dengannya dan membicarakan benyak hal menarik yang bisa kami bahas berdua, tentunya dengan sedikit guyon manis dan gelak tawa romantis.
Dan aku menunggunya :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar