Untuk tuan si pencuri hati :)
maaf juga jika pengakuanku ini sedikit membuat anda merasa tidak nyaman, tuan maafkan aku jika sejak kita bertemu aku sudah diam-diam menyimpan hati pada anda, maaf juga jika sejak kita bertemu aku sudah selalu merindukan anda dalam pelukan doa :)
Tuan, bisakah kau mejelaskan sesuatu yang tak bisa kupahami hingga detik ini?? menjelaskan sesuatu mengapa sampai hari ini bayangan senyum anda masih samar-samar menggeliat di dalam otakku!! Mencerna dan memahami perasaan yang hati dan otakku sendiri tak bisa memahami dan mencerna itu.
Tuan, bisakah waktu mempertemukan kita lagi??
Aku sungguh menunggu moment itu!!
Menunggu moment dimana aku bisa melihat senyum anda dan berharap lebih untuk berjabat tangan dan kita saling berkenalan lalu menyebutkan nama masing-masing dengan saling melempar senyum manis.
Tuan..
Hari ini akhirnya tiba, hari yang ku tunggu selama beberapa minggu ini semenjak melihat senyum terakhir di toko buku itu. Sudah lama sekali rasanya takdir membiarkan aku meringis setiap malam karena terlalu haus melihat senyum diwajah anda, aku berdoa semoga kita bisa bertemu lagi di tempat dimana kita pertama kali bertemu, dimana pertama kali aku menikmati senyum terindah yang dimiliki oleh salah satu mahluk ciptaan tuhan, dan mahluk itu adalah anda :)
Harus kau tau tuan, aku adalah wanita biasa penikmat senyuman anda setiap kali kita bertemu dan tentunya tanpa sengaja, dan kali ini di pertemuan kedua kita yang selalu kunikmati, meskipun aku hanya bisa memandang wajah anda dari kejauhan aku sungguh tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu dan lagi-lagi menikmati senyum indah yang tak bisa berhenti mampir di setiap mimpiku, sungguh aku bisa gila jika terus begini. Kali ini anda membaca salah satu novel karangan penulis terkenal yang baru saja selesai kubaca, aku sungguh ingin berdiri dihadapan anda untuk berbagi cerita yang ada dalam novel itu.
Aku mungkin salah satu dari sekian banyak orang yang berkeliaran ditoko buku kala itu, dan tentunya sembari memperhatikan anda dari kejauhan, melihat anda tertawa dan tersenyum membuat bibirku tak bisa menolak untuk ikut tersenyum ada rasa menggelitik dalam dadaku melihat anda yang asyik dengan bacaan novel di hadapan anda. Astagah apa yang kulakukan kala itu??
”penguntitkah aku?”
Apapun sebutan itu, kali ini aku tak perduli, yang terpenting bagiku saat ini adalah masih bisa menikmati senyum anda tuan, laki-laki berkulit putih yang wajahnya diselimuti senyum termanis yang pernah kulihat di dunia.
Tuan..
aku janji kita akan bertemu lagi, dan terima kasihh untuk membiarkan aku menikmati senyummu hari ini, kurasa senyuman anda sudah menjadi candu dalam hariku, dan senyuman anda hari ini semoga bisa mengantisipasi rasa canduku ketika takdir belum mampu mempertemukan kita lagi. Aku menunggu tibanya takdir itu lagi :)
Tuan
2 minggu setelah pertemuan kedua kita, kurasa takdir sedang berbaik hati memainkan perannya untuk membuat kita bertemu lagi. Pertemuan ke-3 kita, aku datang bersama dengan temanku untuk mengantarnya mencari buku. Apa anda tau?? Sepanjang perjalanan menuju toko buku aku selalu berdoa semoga kali ini anda juga sedang berada di tempat yang sama, dan ternyata tuhan mendengarkan doaku. Anda ada tepat di depan mataku kali ini.
tak perlu obrolan panjang dan seluk beluk pertanyaan yang mungkin tak terlalu kau sukai untuk sekedar tau dimana alamat rumah dan kampus anda!
“Mahasiwa kedokteran, semester 5, hobi baca komik jepang dan modifikasi barang elektronik, seorang fotografer abal-abal yang karyanya banyak disukai orang, pecinta warna hitam dan coklat, tanggal lahir 23 april 1993, anak pertama dari 2 bersaudara dan cita-cita ingin membahagiakan orang tua dan keluarga. Dan anda bernama hardi saputra pratama!!”
Semoga tebakanku tak ada yang melenceng dari kenyataan. Dan tolong jangan heran dan jangan mengangakan mulutmu seperti itu, tebakanku tadi belum seberapa. Apa perlu kusebutkan satu persatu nama anggota keluargamu?? Alamat twittermu?? Atau nomor telepon rumahmu?? Kali ini kurasa mulutmu sudah tak bisa tertutup karena menganga terlalu lebar :D dan tolong jangan membuatku salah tingkah dengan memberikan ekspresi terkejut saat suatu hari nanti kau dapat membaca tulisan konyolku ini :')
Pertemuan ketiga yang tak terduga dan selalu ku nanti, sudah beberapa minggu semenjak pertemua kedua kala itu aku selalu berlatih didepan kaca untuk moment perkenalan kita hari ini tepat dihari pertemuan kita yang ketiga kalinya. Tak ada yang berbeda dari gaya anda berpenampilan dan membaca masih tetap manis dengan polesan senyuman termanis yang selalu menyejukkan hatiku.
Tuan.
aku jatuh cinta padamu!!
bukan, kurasa terlalu cepat menyebut rasa ini sebagai rasa cinta mengingat kita berdua belum secara resmi berkenalan, belum pernah bertegur sapa walaupun hanya lewat pesan singkat dan mendengar suara masing-masing dari ujung telepon selayaknya orang yang sudah saling mengenal.
aku tak perduli kali ini aku merasakan rasa apa!! Yang jelas aku bahagia, dan izinkan aku untuk bersikap egois saat ini untuk tetap merasa bahagia walaupun mungkin nanti kenyataan tak seperti yang di inginkan.
Aku sudah tak bisa mengontrol detak jantungku yang sedari tadi berdetak dengan sangat kencang, semakin langkahku dekat dengan tubuhmu semakin jantungku serasa ingin terlepas dari tubuhku, dan kali ini suhu dibadanku benar-benar berubah drastis menjadi dingin dan semakin dingin. Terlebih lagi aroma tubuhmu yang sudah kucium dari radius 1 meter.
Hingga akhirnya naya memanggil namaku dan segera menyeret tubuhku untuk berjalan mendekati anda dan berkenalan.
Akhirnya kita berkenalan, namun bukan perkenalan seperti ini yang aku inginkan.
Bukan perkenalan yang di dalamnya ada orang lain.
Seperti dugaanku namamu hardi “hardi saputra pratama” nama yang indah :)
Samar-samar kudengar temaku memanggilmu dengan sebutan “sayang” kata yang indah namun seketika menjadi petir dihatiku, aku tak ingin buru-buru berasumsi bahwa kalian ternyata tengah menjalani hubungan yang serius, hingga akhirnya aku melihamu memberikan hadiah kalung berliontinkan simbol hati untuknya, naya temanku.
Aku bahkan belum pernah membayangkan sebelumnya jika aku harus merasakan patah hati sebelum mengecap indahnya rasa jatuh cinta seperti yang banyak orang katakan.
Tuan
Izinkan aku untuk menjadi perempuan egois beberapa waktu ini, aku ingin sebentar saja memiliki anda, hanya aku.
Bukan mereka atau siapapun!!!
Aku tak perduli, sungguh tak ingin perduli kini kau sudah jadi bagian dari temanku, atau apapun bentuknya yang menegaskan bahwa ada suatu hal yang mengharuskan aku berhenti untuk memandang keindahan yang ada dalam diri anda. Aku tak ingin lakukan itu, apapun alasannya!!!
Tuan…
Semenjak perkenalan yang cukup menyayat hati itu izinkan akun untuk tetap melihat kearahmu, mengagumi senyumanmu, dan selalu memandangmu dari kejauhan, bahkan 1 hal yang terpenting. Izinkan aku untuk melupakan bahwa anda adalah milik teman baikku.
Tuan…
Maaf jika kali ini anda memang merasa risih dengan sikapku yang mungkin berlebihan ini, namun ketahuilah aku sudah terlalu kecanduan dengan semua yang ada pada diri anda, jangan juga menyalahkan aku jika semuanya berakhir serperti ini.
Tuan ..
kuakui aku memang menyukai senyuman dan semua yang ada dalam diri anda namun ketahuilah kebahagiaan anda adalah segalanya untukku, jadi apapun alasan anda tersenyum adalah yang terpenting bagiku. Meskipun itu bukan aku :)