Selasa, 06 Mei 2014

HARDY


Hayyy…
Apa kabarmu hari ini..??
Sudah cukup lama kita tak saling memberi kabar, dan kebetulan juga hari ini hujan mengantarkan rindu yang berlipat ganda untukku, semoga kau merasakan hal yang sama :)
Aku tak tau pasti apa yang aku rasakan ketika ini, marahkah aku padamu yang tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi?? Kecewakah aku karna tenyata mungkin aku terlalu percaya pada orang yang salah..!!
Entahlah…
Sebenarnya aku tak ingin membahas masalah yang sebenarnya tak ingin ku ingat lagi, malam ini, hari ini, aku hanya ingin mengenang kita yang pernah ada.
“KITA” yang dulu indah, Bukan “AKU” dan “KAMU” yang seperti saat ini

Diam-diam aku masih menunggu pesan singkatmu muncul, atau panggilan dengan nomor yang sudah ku hafal mati meski itu hanya missed call setidaknya itu bisa menandakan bahwa kamu masih mengingatku dan aku belum sepenuhnya hilang dari ingatanmu.
Sering kali facebookmu menjadi perantara rindu yang sedikit banyak melegakan dadaku ketika sesak dan detak jantungku tak terkontrol lagi karna rindu. Aku benci mengucapkan kata rindu ini lagi hingga berulang-ulang, dan aku benci merasakan ada sesuatu yang terasa nyeri menyeruak di sekitaran dadaku ketika melihat status-satus yang kau posting di facebookmu untuk wanita yang tak ingin ku asumsikan lebih special dihatimu sekarang. Sungguh aku tak ingin merasakan hal semacam ini lagi.

Sudah beberapa kali semenjak perpisahan 1 bulan yang lalu, aku meminta teman-temanku untuk mencari tau keadaanmu, kabarmu, dan yang terpenting apa kamu sudah memiliki penggantiku atau belum.
beberapa jawaban yang kudapat tak terlalu buruk hingga kabar terakhir yang kuterima bahwa kehidupanmu tak sebaik dulu.
Mahasiswa kedokteran yang berubah nakal, malas kuliah, sering bolos, malas belajar dan hal lain yang sebenarnya tak ingin ku dengar darimu. Dan yang lebih menyakitkan lagi karena aku tau semua hal bodoh itu ada hubungannya denganku. Bahkan sepupu-sepupumu berubah 360o berbalik dari yang awalnya dekat dan menjadi teman ngobrolku berbalik memusuhiku, karena menurut mereka kamu berbubah berantakan seperti saat itu adalah karena ulahku.

Aku tak ingin semua menjadi lebih salah paham, enatah itu antara aku dan kamu, maupun antara aku dan keluargamu. Mungkin masih ada waktu untuk memperbaiku salah paham yang sudah terlanjur menyebar ini.
Kuputuskan untuk menghubungimu terlebih dahulu dengan mengirimkan pesan singkat sekedar bertanya kabar dan mengucapkan selamat idul adha dan berharap ada balasan dari pesan singkat yang ku kirim, dan syukur Alhamdulillah jika kamu memang mau berbaik hati menelefonku terlebih dahulu, meskipun itu sangat mustahil.

Entah hari ini tanggal 28 yang keberapa kalinya kulewati tanpa kamu, hanya aku yang diam-diam tetap memendam rasa, diam-diam tetap mengirim doa, dan diam-diam tetap merindu. Sungguh ini bukanlah hal yang mudah. Dan seandainya saja aku bisa berteriak dihadapanmu saat ini juga aku akan mengatakan semua perjuanganku tak bisakah kau pandang sebagai hal yang sedikit berharga dimatamu, atau setidaknya katakan satu kalimat yang melegakan hatiku atau hal yang bisa membuatku berhenti menyakiti diriku sendiri.

Malam ini rindu itu muncul lagi, berlipat ganda dari yang kemarin, kemarin dan kemarinnya lagi.

2 komentar:

  1. Wah kok lama, gak posting mbak? ayo mbak semangat posting.

    Salam kenal dari blogger Jatim

    BalasHapus
  2. Makasih udah nyempatin baca :)
    iya, baru sempat ngeposting lagi.
    Makasih ya, salam kenal juga

    BalasHapus