Sabtu, 30 Maret 2013

28 dan KITA :')

 Orang yang pernah kehilangan arah, pernah merasakan bagaimana rasanya sakit hati! dan dunia seakan tak lagi memiliki arti sempurna adalah ak.

Itu yang di katakan kebanyak orang, sakit hati itu lebih sengsara di bandingkan sakit gigi, lebih sulit di bandingkan dengan beribu soal matimatika, dan tentunya karena dia adalah penyakit tentu akan sangat sulit untuk diobati. dan awalnya aku sama sekali tak percaya dengan itu semua karna memang ketika itu hubungan cintaku masih sangat jauh dari kata buruk,dan patah hati itu bagiku hanya sebuah mimpi buruk yang ketika aku terbangun dan membuka mata semua akan berlalu begitu saja.

Tetapi ternyata aku salah, salah besar.
patah hati itu bagiku ibarat dunia berhenti berputar dan langit menjadi begitu gelap gulita, semua bahkan terasa hampa bahkan tak bisa ku devinisikan dengan ungkapan apapun, sakit gigi masih bisa di tahan dan di bantu dokter, sedangkan sakit hati dokter mana yang berani menjamin bisa mengobati sakit hati?? doketr cinta??bahkan tak ada yang bisa menjamin jika dokter cinta sakit hati dia bisa mengatasi masalahnya sendiri, lalu soal matimatika semua soal yang di buat pasti ada jawabanya, termasuk soal kehidupan yang di jalani tapi sulit untuk menemukan jawaban yang tepat dari 2 kata yang bermakna rumit yaitu “patah hati”.dan aku setuju dengan opini terakhir yaitu patah hati tidak memiliki obat.

“Ku kira aku sudah merasakan rasa sakit yang seharusnya aku rasakan setelah kita lama berpisah !tapi ternyata aku salah !setelah bertemu lagi denganmu ternyata aku baru menyadari bahwa rasa sakit yang pernah aku rasakan belum sepenuhnya hilang”

Aku meyadari aku sangat menyayanginya, bahkan bukan hanya kata “sangat” tetapi “amat sangat”. Bila ku ingat kembali semua yang pernah terlewati selama 3 tahun yang lalu, dan aku selalu merasa memili alasan untuk tersenyu ketika mengingatnya kembali. pernah menjadi segala-galanya bagi dia yang dulu pernah menyayangiku.  


aku sempat merasa tak akan ada hal apapun yang bisa memisahkan kami dulu,banyak hal di lakukan bersama walaupun jarak memisahkan, tetapi semua lantas tak di jadikan penghalang, jarak yang jauh membuat aku dan dia selalu punya alasan untuk selalu menghabiskan waktu bersama  meski itu hanya dengan mendengarkan suara satu sama lain.
menghabiskan waktu bersama di tengah malam menjelang, tertawa bersama, dan berdoa bersama. itu semua hanya segelintir kenangan yang hari ini, besok dan kapanpu akan selalu ku ingat , dan akan selalu mengingatkanku bahwa aku pernah memiliki cinta terindah selama 3 tahun itu.

Aku tak mengerti mengapa semakin aku berusaha melupakannya semakin aku merasa tuhan mendekatkan kami lagi dengan segala caranya yang sempurna dan luar biasa.
tapi semakin aku berusaha meyakinkan diriku bahwa aku sanggup mencintainya walaupun keadaanya salah dan tak lagi seperti dulu, semakin aku merasa tuhan punya rencana indah di balik semua kegalauanku padanya.

Dan akhirnya aku menyerah untuk sebuah keputusan bulat yang ku harap aku akan mampu menjalaninya dengan baik, dan harapanku jika tuhan tak ijinkan aku melanjutkan semua yang sudah ku niatkan tolong buat aku segera berbalik arah dan merelakan segalanya.

Aku mungkin kejam, mengharapkannya disaat dia telah bersama yang lain, berusaha mendekatinya di saat dia sudah memiliki hubungan lain yang baik.
aku merasa sepertinya aku seorang perempuan yang benar-benar tak memiliki perasaan.
terkadang akupun berfikir “jika aku melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan perempuan itu dulu,maka apa bedanya aku dengan perempuan itu??perempuan yang bagiku telah merebut kebahagiaanku dengan dia yang sangat aku sayang”
tapi aku sekali lagi mendapat pencerahan bahwa aku tak sendiri, tuhan tak akan mungkin membiarkanku terluka dan menengis sendiri.

Dan kadang aku bertanya pada diriku sendiri “jika aku memulai semuanya apakah dia bisa adil??adil dalam membagiku kasih sayang??adil dalam memberikan cinta untukku dan dia??

Masih dengan bayang-bayang masa lalu yang indah,dan bagiku semua yang pernah ku lalui dengannya adalah yang terindah.termasuk 3 tahun yang telah berlalu dan berubah menjadi kenangan itu.aku mencintainya kata yang kami sering ucapkan dulu.hampir tak ada celah untuk rasa benci masuk dan menggoyahkan kami,dan ketika itu semua terjadi bagiku itu hanya sebuah angin lalu yang datang dan pergi tapi menyisakan kenangan dan semakin mendewasakan kami.

2 tahun itu untukku waktu yang singkat,bahkan sangat singkat untuk di lewati bersama walau kami berdua terpisahkan jarak dan waktu,tapi tidak begi mereka yang mendengarkan ceritaku bahwa aku pernah menjalani hubungan jarak jauh yang indah selama 2 tahun itu.

Aku selalu melakukan hal baru ketika bersamanya dulu.dia mengajarkan aku untuk jangan pernah takut mencoba hal baru.kami menjalani hari dengan bahagia membagi suka dan duka bersama.tak ada hal romantic yang membuatku selalu terpana akan sosoknya  tapi melainkan kekonyolan dan keunikan dia dengan laki-laki lain yang pernah ku kenal.dia selalu membiarkanku menjadi diriku sendiri.bahkan sering kali dia memotifasiku untuk jauh lebih baik dengan caranya yang tentu saja berbeda dengan orang lain.
mengejekku dan menjatuhkan mentalku,tapi itu semua membuatku jauh lebih kuat menghadapi segala hal

2 tahun ketika kami berjauhan adalah hal yang romantic,moment ketika kami saling merindukan satu sama lain,dan moment dimana aku akan bahagia ketika waktu liburan datang.karna aku harus menunggu kepulangannya.semua itu indah…
indah ketika kami bertemu dan rindu yang terpendam selama beberapa lama itu terlepaskan ketika bertemu.

Tak pernah ada cinta yang salah karena cinta yang di turunkan tuhan selalu tepat pada posisinya sebagai suatu bentuk kebahagiaan bagi setiap manusia yang merasakannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar