28 dan KITA :')
Orang yang pernah kehilangan arah, pernah
merasakan bagaimana rasanya sakit hati! dan dunia seakan tak lagi memiliki arti
sempurna adalah ak.
Itu yang di katakan
kebanyak orang, sakit hati itu lebih sengsara di bandingkan sakit gigi, lebih
sulit di bandingkan dengan beribu soal matimatika, dan tentunya karena dia adalah penyakit tentu akan sangat sulit untuk diobati. dan awalnya aku sama sekali tak percaya dengan itu semua karna memang ketika
itu hubungan cintaku masih sangat jauh dari kata buruk,dan patah hati itu
bagiku hanya sebuah mimpi buruk yang ketika aku terbangun dan membuka mata
semua akan berlalu begitu saja.
Tetapi ternyata aku
salah, salah besar.
patah hati itu bagiku ibarat dunia berhenti berputar dan langit menjadi begitu
gelap gulita, semua bahkan terasa hampa bahkan tak bisa ku devinisikan dengan
ungkapan apapun, sakit gigi masih bisa di tahan dan di bantu dokter, sedangkan
sakit hati dokter mana yang berani menjamin bisa mengobati sakit hati?? doketr cinta??bahkan tak ada yang bisa menjamin jika dokter cinta sakit hati dia bisa mengatasi masalahnya sendiri, lalu
soal matimatika semua soal yang di buat pasti ada jawabanya, termasuk soal
kehidupan yang di jalani tapi sulit untuk menemukan jawaban yang tepat dari 2
kata yang bermakna rumit yaitu “patah hati”.dan aku setuju dengan opini
terakhir yaitu patah hati tidak memiliki obat.
“Ku kira aku sudah merasakan rasa sakit yang seharusnya aku rasakan setelah
kita lama berpisah !tapi ternyata aku salah !setelah bertemu lagi denganmu ternyata aku baru menyadari bahwa rasa sakit yang
pernah aku rasakan belum sepenuhnya hilang”
Aku meyadari aku
sangat menyayanginya, bahkan bukan hanya kata “sangat” tetapi “amat sangat”. Bila ku ingat kembali
semua yang pernah terlewati selama 3 tahun yang lalu, dan aku selalu merasa
memili alasan untuk tersenyu ketika mengingatnya kembali. pernah menjadi
segala-galanya bagi dia yang dulu pernah menyayangiku.
aku sempat merasa tak akan ada hal apapun yang bisa memisahkan kami dulu,banyak
hal di lakukan bersama walaupun jarak memisahkan, tetapi semua lantas tak di
jadikan penghalang, jarak yang jauh membuat aku dan dia selalu punya alasan
untuk selalu menghabiskan waktu bersama meski itu hanya dengan mendengarkan
suara satu sama lain.
menghabiskan waktu bersama di tengah malam menjelang, tertawa bersama, dan berdoa
bersama. itu semua hanya segelintir kenangan yang hari ini, besok dan kapanpu
akan selalu ku ingat , dan akan selalu mengingatkanku bahwa aku
pernah memiliki cinta terindah selama 3 tahun itu.
Aku tak mengerti
mengapa semakin aku berusaha melupakannya semakin aku merasa tuhan mendekatkan
kami lagi dengan segala caranya yang sempurna dan luar biasa.
tapi semakin aku berusaha meyakinkan diriku bahwa aku sanggup mencintainya
walaupun keadaanya salah dan tak lagi seperti dulu, semakin aku merasa tuhan
punya rencana indah di balik semua kegalauanku padanya.
Dan akhirnya aku
menyerah untuk sebuah keputusan bulat yang ku harap aku akan mampu menjalaninya
dengan baik, dan harapanku jika tuhan tak ijinkan aku melanjutkan semua yang
sudah ku niatkan tolong buat aku segera berbalik arah dan merelakan segalanya.
Aku mungkin
kejam, mengharapkannya disaat dia telah bersama yang lain, berusaha mendekatinya
di saat dia sudah memiliki hubungan lain yang baik.
aku merasa sepertinya aku seorang perempuan yang benar-benar tak memiliki
perasaan.
terkadang akupun berfikir “jika aku melakukan hal yang sama dengan apa yang di
lakukan perempuan itu dulu,maka apa bedanya aku dengan perempuan itu??perempuan
yang bagiku telah merebut kebahagiaanku dengan dia yang sangat aku sayang”
tapi aku sekali lagi mendapat pencerahan bahwa aku tak sendiri, tuhan tak akan
mungkin membiarkanku terluka dan menengis sendiri.
Dan kadang aku
bertanya pada diriku sendiri “jika aku memulai semuanya apakah dia bisa
adil??adil dalam membagiku kasih sayang??adil dalam memberikan cinta untukku
dan dia??
Masih dengan bayang-bayang
masa lalu yang indah,dan bagiku semua yang pernah ku lalui dengannya adalah
yang terindah.termasuk 3 tahun yang telah berlalu dan berubah menjadi kenangan
itu.aku mencintainya kata yang kami sering ucapkan dulu.hampir tak ada celah
untuk rasa benci masuk dan menggoyahkan kami,dan ketika itu semua terjadi
bagiku itu hanya sebuah angin lalu yang datang dan pergi tapi menyisakan
kenangan dan semakin mendewasakan kami.
2 tahun itu untukku
waktu yang singkat,bahkan sangat singkat untuk di lewati bersama walau kami
berdua terpisahkan jarak dan waktu,tapi tidak begi mereka yang mendengarkan
ceritaku bahwa aku pernah menjalani hubungan jarak jauh yang indah selama 2
tahun itu.
Aku selalu melakukan
hal baru ketika bersamanya dulu.dia mengajarkan aku untuk jangan pernah takut
mencoba hal baru.kami menjalani hari dengan bahagia membagi suka dan duka
bersama.tak ada hal romantic yang membuatku selalu terpana akan sosoknya tapi melainkan kekonyolan dan keunikan dia
dengan laki-laki lain yang pernah ku kenal.dia selalu membiarkanku menjadi
diriku sendiri.bahkan sering kali dia memotifasiku untuk jauh lebih baik dengan
caranya yang tentu saja berbeda dengan orang lain.
mengejekku dan menjatuhkan mentalku,tapi itu semua membuatku jauh lebih kuat
menghadapi segala hal
2 tahun ketika kami
berjauhan adalah hal yang romantic,moment ketika kami saling merindukan satu
sama lain,dan moment dimana aku akan bahagia ketika waktu liburan datang.karna
aku harus menunggu kepulangannya.semua itu indah…
indah ketika kami bertemu dan rindu yang terpendam selama beberapa lama itu
terlepaskan ketika bertemu.
Tak pernah ada cinta
yang salah karena cinta yang di turunkan tuhan selalu tepat pada posisinya
sebagai suatu bentuk kebahagiaan bagi setiap manusia yang merasakannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar